Pages

Friday, July 20, 2012

Isma dan Ismi (*masihkah ada yang peduli?!)


Penyesalan memang selalu datang di akhir.. That's why gue selalu berusaha menyenangi apa yang gue kerjakan bahkan terkadang berusaha "menyesal" terlebih dahulu bila2 sesuatu yang dikerjakan telah menunjukan tanda2  tidak sesuai hasil, biar penyesalan itu gak muncul. Penyesalan hanya akan membuahkan 2 hal (just my opinion):
  1. keprihatinan yang nantinya melahirkan semangat baru
  2. ke-apatisan

Hari ini "tiba2" gue berencana menjenguk ismi di boromeus..
Ismi dan isma adalah anak kembar dari pasangan yang berjualan ayam, pecel lele di daerah dago. Mungkin terkesan tidak ada yang spesial dalam keluarga ini. Pasangan ini memiliki 3 orang anak, si abang, dan dua kembar isma ismi,tapi yang harus diketahui adalah ismi, salah seorang anak kembar ini telah dirawat lebih dari 1 tahun di rumah sakit boromeus, tidak diketahui pasti apa yang menjadi penyakit dari si anak. Awalnya dia dibawa ke rumah sakit karena penyakit demam, akhirnya ismi memang sembuh dari demamnya tapi ia juga "mendapatkan" penyakit tambahan lainya, keluarga ini bahkan tidak bisa memprotes atau sekedar diberitahukan mengenai apayang sebenarnya terjadi pada ismi. Ismipun tidak dapat keluar dari rumah sakit karena keluarga tidak dapat membayar biaya rumah sakit. Jadi hingga sekarang mereka hanya bergantian menjaga ismi di rumah sakit. Saat pagi hingga siang entah salah satu dari ibu atau ayahnya akan menemani ia di RS, jika si ibu yang berjaga maka si ayah yang akan berbelanja ke pasar untuk keperluan berjualan di malam hari nanti. Menjelang siang saat si adik, isma pulang sekolah diapun akan menemani orangtuanya untuk menjaga sang kakak. Jika mentari telah berganti dan malam tiba giliran abang yang akan menjaga ismi sementara kedua orang tua dan isma akan berjualan ayam di simpang dago.

Keluarga ini selalu bahu-membahu tanpa bersungut berusaha melakukan yang terbaik agar ismi bisa sembuh dan segera berkumpul dengan mereka. Hari ini aku tiba2 terpikir tentang ismi jadi kuputuskan agar peka kami (Unravel) melakukan kunjungan ke keluarga ismi. Tapi tak disangka, bukannya ismi yang bisa kami jenguk di rumah sakit, kami malah mendengar cerita dari sang ibu jika ismi telah berpulang ke rumah bapa beberapa minggu yang lalu tepatnya tanggal 21mei 2012. tak bisa lagi bibir menuturkan kata, yah mungkin lebay terdengar tapi itulah yang memang terjadi dengan diri gue, dan untuk pertama kalinya gue merasa menyesal karena terlalu sibuk hingga tidak memperhatikan kasus ini.. Terlalu apatis dan kecewa dengan pemerintah sehingga malah apatis dan kehilangan hati terhadap sesama.. Menyesal karena terlalu lama meniatkan diri untuk sekedar menjenguk ismi.. Terlalu terbelit dalam kehidupan urban hingga lupa akan kehidupan masyarakat kecil.. Yah gue menyesal, amat menyesal, bingung gak tahu mau berbuat apa.. Dan tiba2 ngerasa tidak berguna, terlalu bodoh, terlalu lambat.. Entahlah.. Satu hal yang dipelajari malam ini, jika ingin membantu hendaknya janganlah ditunda hingga "memiliki atribut pelengkap untuk membantu" bantu aja langsung, karena niatmu akan membuat Tuhan menyediakan jalan untuk mempermudah itu semua, jika memang hal itu berkenan dihadapanNya..


Yuniar C. Th. Johansz